Wilfried Zaha, pemain sayap andalan Crystal Palace mengakui bahwa sebelumnya, saat ia masih membela Manchester United, kehidupannya seperti berada di neraka. Dan ia tidak segan-segan mengakui bahwa ia mengalami depresi berat saat berada di United.
Zaha bergabung ke United saat berumur 19 tahun, di tahun 2013, setelah performanya yang menawan di Divisi 1 Liga Inggris. Namun saat ia bersama United, ia hanya membuat 4 penampilan bersama tim, sebelum akhirnya dipinjamkan di tengah musim ke Cardiff.
Di akhir musim itu, Zaha kembali 'dilempar' ke klub lain untuk musim depan. Klub itu adalah Crystal Palace, klub yang menjadikannya sebagai pemain permanen, dan juga mengakhiri masa kelamnya di United.
'Aku alami semua keburukan itu di umur 19 tahun. Jauh dari rumah, tidak ada keluarga, tidak ada siapapun. Mereka bahkan tidak memberiku mobil untuk transportasi, seperti pemain lainnya. Betul-betul tidak ada dukungan apapun.'
'Meskipun aku punya uang di United, tetapi aku betul-betul down dan depresi. Setelah pindah ke Crystal Palace, aku tidak merasakan hal itu lagi. Aku sudah jauh lebih kuat dan lebih baik.'
Team Millenial
(persembahan dari : BCAPlay)

0 comments: